Inilah kampung ku yang bernama Rasau Jaya, jarak dari pontianak hanya memakan waktu 1 jam. Dulu jalan ini sangat susah dilewati karena sepanjang jalan tidak ada aspal ataupun bebatuan hanya ada tanah yang sangat licin, apa lagi kalau hujan deras mulai datang. Sekarang setengah jalan sudah mulai diaspal, tidak lagi merasakan degdegan ketika pulang kampung.
Dulu waktu masih sekolah dasar, setiap libur sekolah aku suka tinggal di sana selama seminggu atau dua minggu, aku dirawat dengan embah, karena orang tua ku tidak ikut tinggal. Aku biasanya mengikuti mbah ke pasar, membantunya memasak, biasa aku dibuatkan emplang, tepung terigu dicampur dengan gula, lalu digoreng seperti memasak pancake.
Aku tidak mempunyai teman, hanya ada adik sepupu beda 2/3 tahun dengan ku. Kami biasa bermain tanah dibuat olahan makanan, atau di buat prosotan, mbah ku biasanya memarahi ku karena semua badan penuh dengan tanah. Tidak ada kamar mandi, aku mandi dengan sepupu di parit, ada papan penyangga dibawah jadi aku tidak tenggelam. Berjam jam tidak selesai mandi di parit, karena kami bermain disana dengan sampan terbuat dari kayu apung, kadang kita melanjutkan main masak-masak, kami akan berenti kalau sudah dimarahi tetangga gara-gara air parit jadi keruh, kita akan kabur lalu bersembunyi dibelakang rumah. Aku senang dengan masa kecil ku, tidak perlu mewah untuk membuat sebuah kenangan masa kecil, cukup dengan seperti ini saja sudah sangat menyenangkan. Aku beruntung dikenalkan dengan teman-teman ku disana, aku bisa manjat pohon, pernah menanam padi, tenggelam diparit, jatuh dijalan yang licin, jalan-jalan pagi menggunakan sepeda.
Sudah beranjak remaja, aku sudah tidak melakukan semua itu, aku hanya diam bermain hp, tidur, menonton tv, berbicara dengan embah, adik sepupu ku sudah sibuk dengan urusannya masing-masing. Sebelum pulang mamah biasanya mengambil sayuran, pakde dan bude punya ladang disana. Motor sampai penuh dengan sayuran dan buah-buahan.
Sekian cerita dari saya, maaf kalau tidak jelas Terima Kasih

